The Lord of the Rings: The Two Towers
Setelah even di film pertama cerita di dalam film ini
terpecah menjadi tiga skenario bercabang yang berbeda. Skenario pertama
mengikuti petualangan dari Frodo dan Sam yang menuju ke Mordor. Jengkel karena
dikuntit oleh sosok pemegang ring sebelumnya: Gollum, Frodo dan Sam pun
menjebak si monster dan menangkapnya. Sam ingin menghabisinya tetapi Frodo yang
kasihan kepada sang monster akhirnya membiarkan Gollum menjadi guide mereka.
Skenario kedua adalah petualangan trio.
Ada dua hal baru yang menurutku membuat
film Lord of the Rings: The Two Towers sangat signifikan sebagai chapter
penengah kisah ini. Yang pertama adalah pertempuran di Helm’s Deep. Penonton
memang sudah mendapatkan cicipan pertempuran epik di prolog film pertamanya
tetapi baru dalam film inilah terjadi perang besar-besaran antara pasukan Orc /
Uruk Hai melawan manusia. Di sinilah kejeniusan seorang Peter Jackson terlihat.
Pertempuran ini sangatlah epik, seru, dan dahsyat bahkan saat saya
menyaksikannya sekarang… satu dekade setelah menontonnya dulu di layar lebar.
Siapa tidak nyengir lebar melihat kelihaian Legolas melompat dari satu tempat
ke tempat lain sambil memanah para monster (atau mennggunakan perisai sebagai
skateboard?)?
Aragorn, Legolas, dan Gimli menyelamatkan kerajaan Rohan dari
intrik kekuasaan pengikut Saruman di dalamnya. Bahkan setelah mereka
membebaskan kerajaan Rohan pun ancaman belum selesai sebab Saruman yang jahat
kini memerintahkan laskarnya mengepung dan menghancurkan Rohan. Terakhir adalah
perjalanan Merry dan Pippin yang selamat dari para Uruk Hai setelah bertemu
dengan sosok misterius. Keduanya kemudian akan dibawa pada dunia hutan
pepohonan para Ent yang ancient sekaligus ajaib.
Kendati ketiga skenario ini berjalan bersama-sama Peter
Jackson memberi porsi yang pas untuk ketiganya sehingga tidak ada yang terasa
seperti terlalu berlebihan maupun kekurangan.
Menariknya lagi, Jackson mampu
mengikat dua skenario yang berada di tempat yang begitu jauh berbeda menjadi
satu kaitan di finalenya. Karena tanah Middle Earth merupakan dataran yang luar
biasa besar maka sekali lagi muncul berbagai tempat-tempat baru seperti
kerajaan Rohan dan hutan Fangorn. Selain itu kerajaan Gondor asal Boromir pun
kali ini masuk dalam tempat penjelajahan dari Frodo, Sam, dan Gollum.
Dan film ini menganugerahi salah satu karakter paling
kompleks yang pernah ada di dunia perfilman melalui sosok Gollum. Ingatkah
kalian bahwa sepuluh tahun yang lalu film ini hadir bersama dengan Harry Potter
and the Chamber of Secrets sehingga Gollum acap dibanding-bandingkan dengan
Dobby si elf? Sementara Dobby adalah karakter yang sendirinya keren (saya
termasuk yang sangat sedih dengan kematiannya) tentu saja ia tidak ada apa-apanya
dibandingkan dengan Gollum.
Andy Serkis yang memerankannya melakukan tugas yang
luar biasa. Begitu hebatnya performa Serkis hampir seluruh casting lain
tenggelam di balik dirinya. Tepuk tangan meriahku untukmu Andy Serkis,
wonderful performance! Seandainya saja Academy Award tidak kolot dan
membeda-bedakan performa motion capture dengan orang asli saya pastinya ingin
memberi Serkis setidaknya sebuah nominasi untuk Best Supporting Actor.
So my verdict is…
The Lord of the Rings: The Two Towers
mempertahankan semua kualitas dari film pertamanya dan bahkan meningkatkannya.
Apabila tema dalam film pertama adalah petualangan dari sang Ringbearer dan
penjaganya maka tema dalam film keduanya ini adalah perang mempertahankan
Middle Earth, sebuah perang yang akan terus tereskalasi dan akhirnya
dituntaskan pada film ketiganya nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar